Bimbingan Pembelajaran Kas Rumah Tangga – Pertemuan 1

Nama    :  Novi Jayanti
NIM       :  1701295281
Jurusan :  Information System and Accounting


Jakarta, 31 Maret 2015 - Hallo Bloggers, kali ini aku akan menceritakan pengalaman memberikan bimbingan kas rumah tangga.
Nah, kenapa sih bisa sampai tercetus ide ini ? 
Sebenarnya, hal ini berawal dari matakuliah CB – Interpersonal Development. 
Jadi, CB  (Character Building) merupakan matakuliah wajib bagi mahasiswa/I BINUS University semester 4 yang mendapatkan mata kuliah ini. CB sendiri bekerja sama dengan TFI (Teach For Indonesia). Syarat untuk lulus dari BINUS itu untuk mendapatkan 30 jam kerja sosial. Maka dari itu, kami berusaha memenuhi mata kuliah ini dan juga tugas optional dari TFI yaitu memberikan bimbingan pembelajaran ke masyarakat, contohnya pembuatan lubang biopori, PAUD, ataupun bimbingan belajar anak SD-SMP-SMA.  Nah, karena kelompok kami tidak ingin melakukan hal yang sama, maka kami membuat suatu ide baru. Dan tercetus lah ide ini: “Bimbingan Pembelajaran Kas Rumah Tangga”. Kalau bukan karena tugas, mungkin ide ini tidak akan ada. hehehe
Yah begitulah sekilas tentang CB dan ide kelompok kami. Walaupun tugas kami yang sangat banyak (bisa kebayang kan kalau kita punya 4 project, sesibuk apa itu) syukurlah bisa terselesaikan juga kegiatan ini..

Sebenarnya, kegiatan kami ini ngapain sih?
 
Kami melakukan kegiatan ini di Masjid Bailthuoda yang bertempat di Jl. Daud 1 No. 38, RT. 002 RW. 08 Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk. Jakarta Barat, 11540
Pada awal kegiatan, kami sempat takut kalau kegiatan kami ini tidak bisa berjalan dengan lancar, karena kami sempat ditolak oleh satu komunitas tidak jauh dari Masjid Bailthuoda. Jadi pada awalnya, kami tidak menargetkan akan melakukan kegiatan kami ini di Masjid Bailthuoda.
Kegiatan kami diawali dengan persiapan kegiatan seperti membuat proposal, minta tanda tangan persetujuan dosen kami yaitu Pak Nikodemus, kemudian kami meminta izin lagi kepada pihak Masjid, membuat modul, dan memperbanyak.
(Click to Download Proposal)

Kami menjumpai pengurus dari Masjid Bailthuoda, yaitu Ibu Dede. Kami menyampaikan niat baik kami, dan Ibu Dede menyambut niat kami dengan baik pula. Kami diminta menunggu beberapa hari karena beliau harus bertanya ke Pemilik Masjid. Setelah mendapatkan izin beberapa hari kemudian, kami sangat bersyukur karena kami dapat melakukan kegiatan kami sesuai dengan rencana semula. Awalnya kami sempat ragu akan mendapatkan hari dan jam yang sesuai. Namun, ternyata Tuhan memberkati kegiatan kami ini, kami diberikan kesempatan untuk melakukan bimbingan setiap hari Selasa dari pukul 13.20 – 15.00.
Saat pertama kali kami datang ke Masjid Bailthuoda, tepatnya tanggal 31 Maret 2015, kami sempat kaget karena jumlah ibu rumah tangga sangat banyak, hampir mencapai 50 orang atau tepatnya 48 orang. Oleh sebab itu, modul yang kami perbanyak tidaklah cukup, solusinya kami meminta ibu rumah tangga saling berbagi modul yang kami bagikan. 

Doa Pembuka
Saya memulai perkenalan diri dan anggota kelompok, dan kenapa kami membuat acara kegiatan tersebut. Saya memperhatikan bahwa ibu rumah tangga sangatlah antusias dengan kegiatan kami, terlihat dari tanggapan-tanggapan kecil yang diberikan seperti anggukan atau nada tertawa saat ada sesuatu yang lucu terjadi. Pada pertemuan pertama, kami membahas tentang bagaimana “Menghitung Pengeluaran Dan Pendapatan Secara Efektif”.
(MODUL - Click to Download )


situasi didalam Masjid
Bimbingan dimulaii
Saya mulai menjelaskan apa itu pengeluaran dan pendapatan, apa berbedaannya, dan bagaimana cara menuliskan ataupun melakukan pencatatan agar lebih efektif dan terlihat jelas arus keluar masuk aliran uangnya. Bahkan kelompok kami sempat memberikan bentuk contoh tabe
l sederhana untuk diingat ibu rumah tangga agar dapat menuliskan dengan lebih cepat dan mudah. Pertemuan 1 terlewati tanpa terasa, penjelasan dari saya dan Audrey pun dirasakan telah jelas. Kami berpamitan dengan ibu pengajian di Masjid Bailthuoda yang dibalas dengan salam hangat walau kami baru saja bertemu.


INFORMASI KEGIATAN
NAMA KEGIATAN     :     Bimbingan Pembelajaran Kas Rumah Tangga.
LOKASI KEGIATAN    :     Masjid Bailthuoda
                                          Jl. Daud 1 No. 38, RT. 002 RW. 08
                                          Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk
                                          Jakarta Barat, 11540
TANGGAL KEGIATAN:     31 Maret 2015
WAKTU KEGIATAN   :     13.20 - 15.00 WIB
TOPIK KEGIATAN       :     Menghitung Pengeluaran Dan Pendapatan Secara Efektif
JUMLAH PESERTA     :     48 Orang

POWERED BY: 

Foto Jadul Indonesia (Recommended_ Picture and Desciption)



Tandjoengpriok Harbor, pelabuhan Batavia, Java 





Etablissement batubara di pedalaman kedua Tandjoenpriok, Batavia, Jawa before 1930



Inflight photo with Glenn Martin bombers of the Royal Netherland Indian Army (KNIL) over the harbor of Tandjong Priok on Batavia. 1933-1940



On the upper left place todays National Museum. Inflight photo with Glenn Martin bombers of the Royal Netherland Indian Army (KNIL) over the "Koningsplein" in Batavia. 1933-1940



Air photo of the Royal Batavian Yacht Club and the 'Unie-kampong' at Batavia's harbour Tanjung Priok 1928-1942



Air photo of the KPM building and the 'Willemskerk' at Weltevreden, Batavia 1920-1940



Aerial foto Batavia (master Cornelis), dengan Sungai Tjiliwoeng 1900-1940



Jl hadir. Juanda / Jl. Veteran. sudut kanan Atas ke ini adalah Jl. Gajah Mada dan Jl. Hayam Wuruk. Foto udara Jakarta, Den Haag dan Rijswijk 1940 



Air photo of Hotel des Indes, Batavia 09-1931



Pemandangan Noordwijk, Batavia 1940



Pemandangan Rijswijk, Batavia. Pada layar akan mencakup Clichéfabriek Hoffmann, Bellevue Hotel Pension, Toko Buku Evers Harpa dan Grand Hotel Jawa .. Pemandangan Rijswijk, Batavia 1928-1942



Aerial view of Land Printers, Ostrich District, Batavia 1900-1940

Aerial view of the factory of the NHM and the opposite station in Batavia 1933-1935


Aerial view of the port of Tandjoengpriok, Batavia, Java 


Air photo of the museum of the Royal Batavian Society of Arts and Sciences, Batavia 1920-1940


Air photo of the palace of the Governor-General on 'Koningsplein', Batavia 1925-1940


Mr. Cornelis Matramanplantsoen and Pegangsaan, Batavia 1940


Netherlands port of departure Tandjoengpriok mail boat, the port of Batavia, Java 1937


View of the Fair 'Pasar Gambir "in 1930 at the Royale in Jakarta, Java
 


Aircraft over Batavia, November 25, 1924

The Most Crazy Bridge

Siapa yang tidak tau jembatan ? Jembatan dibuat untuk menghubungkan dua dataran yang terpisah. Walau rata-rata merupakan olah tangan manusia, tapi ada kalanya alam turut campur tangan. Misalnya jembatan di Gunung Tai, Cina. Bentuk kontur daratan yang ekstrim berpengaruh pada bentuk jembatan yang dibangun. Hasilnya, banyak jembatan yang bikin 'deg-degan' bila kita berada di atasnya. di bawah ini beberapa contoh jembatan paling 'gila' di dunia. Setelah melihat foto-foto ini, saya yakin kalian akan penasaran terhadap proses pembuatannya & bagaimana bisa membangun jembatan di udara bebas itu.. (hehehe)

Immortal Bridge

Letaknya di Gunung Tai, Provinsi Shandon, Cina. Gunung ini salah satu dari lima gunung suci di Cina dan berhubungan dengan kelahiran, fajar dan renaisans. Jembatan ini terdiri dari tiga batu besar dan beberapa yang lebih kecil. di bawahnya lembah dan ke arah Selatan ada jurang yang tampaknya tak berdasar. Jembatan ini terbentuk karena proses alami. Tidak ada yang tahu kapan terciptanya, kuat dugaan sudah ada sejak zaman es terakhir. Lihat bebatuan yang menjadi penghubung itu ? Heran, apa ada yah yang bisa menyebrang dengan menggunakan jembatan itu dengan selamat ?

 


The Old Bridge of Konitsa


Jembatan ini telah ada berabad-abad di Yunani membentang di atas sungai Aoos, sungai yang meluap setiap musim dingin. Coba perhatikan dengan teliti di bagian bawah jembatan, Anda dapat melihat lonceng kecil. Fungsinya sebagai penanda ketika bel berbunyi karena angin, berarti terlalu berbahaya untuk menyeberangi jembatan.





The Carrick-a-Rede Rope Bridge

Carrick-a-Rede Rope Bridge adalah jembatan tali dekat Ballintoy, County Antrim, Irlandia Utara. Jembatan ini menghubungkan dengan Pulau Carrick. Sebagai situs yang dikelola oleh National Trust, menjadi daya tarik wisata. Rentang jembatannya 20 meter dan tingginya 30 meter di atas bebatuan di bawahnya.








Royal Gorge Bridge

Sebagai salah satu daya tarik wisata dekat Canon City, Colorado, pernah memegang rekor sebagai jembatan tertinggi sebelum kalah oleh jembatan Beipanjiang di Cina. Rentang Royal Gorge 286 m, panjangnya 384 m dan lebarnya 5,5 m.


Inca Rope Bridge

Jembatan ini ada di Lembah Apurimac, Peru. Cara pembuatannya sudah dikenal sejak jaman kekaisaran Inca. dibuat dari serat alami yang ditenun menjadi tali yang kuat. Walau dibuat dari tenun yang dikatakan kuat, jembatan itu terlihat menyeramkan, apalagi jika kita berjalan sambil melihat dibawah..





Sky Bridge, Pulau Langkawi


Letaknya di Pulau Langkawi, Malaysia. Tingginya 687 m dari permukaan laut. Jembatan Sky merupakan jembatan paling spektakuler karena bentuknya yang melengkung sepanjang 136 meter dan lebar jembatan 2 meter.





Puente de Ojuela



Ojuela adalah sebuah pemukiman pertambangan kecil terletak di barat laut kota Durango, bagian utara Meksiko. Sekarang dikenal sebagai kota hantu akibat sudah ditinggalkan karena tidak lagi produktif. Jembatan ini dikenal sebagai "Puente de Ojuela" (Ojuela Bridge) oleh penduduk setempat. dirancang oleh Roebling Bersaudara, yang juga merancang Jembatan Brooklyn.

Hussaini Hanging Bridge


Jembatan gantung yang ada di Pakistan Utara ini dikenal sebagai jembatan paling berbahaya di dunia. Rentangannya melintasi Danau Borit di atas Hunza. Kondisinya diperparah karena banyak papan yang hilang dan cocok sebagai penguji adrenalin bagi Anda yang gemar bertualang.